Banyak Website atau Fokus?


wwwAda sebuah perusahaan yang membuat banyak situs web dengan tujuan untuk menjaring sebanyak mungkin pengunjung dan calon pembeli produknya. Sebaliknya, ada juga perusahaan yang fokus hanya mengelola satu situsnya secara serius. Dan hanya melalui satu situs resminya itu ia berusaha menjaring pengunjung potensial dan calon pembelinya. Strategi mana yang lebih baik?

Ini pertanyaan sulit-sulit gampang dan jawabannya tidak bisa eksak. Yang punya banyak situs bisa saja lebih baik. Tetapi bisa juga sebaliknya, lebih buruk. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Perusahaan yang memiliki corporate brand dan sekaligus memiliki banyak produk brand yang target pasarnya beragam, biasanya tergoda untuk memiliki banyak situs. Paling tidak, satu situs corporate, dan masing-masing satu untuk tiap produknya. Kalbe Farma contohnya, kecuali memiliki corporate site juga mengelola banyak product site. Toyota Astra Motor (TAM) juga pernah menerapkan hal serupa, namun kini mulai terfokus ke corporate sitenya di Toyota.co.id dan Toyota Owner Club, dan hanya menyisakan satu situs produk, khusus untuk Yarris, mobil yang ditargetkan untuk anak muda.

Hal sebaliknya dilakukan oleh Hewlett-Packard. Produsen komputer terbesar di dunia ini mengelola satu saja corporate site, yang menampung semua kebutuhan stake holdernya di sana. Mulai dari segala informasi produk yang variannya amat banyak (PC, laptop, solusi enterprise,) layanan pelanggan dan bahkan kantor-kantor cabang mereka di seluruh dunia. Semuanya disatukan di HP.com.

Perlu data yang cukup dan pisau analisa yang tajam untuk menentukan strategi mana yang lebih baik.

Namun, sejauh yang saya amati, banyak perusahaan tidak siap menerapkan strategi memiliki banyak situs. Mereka yang menerapkan strategi “menjaring calon pelanggan dari berbagai pintu masuk” dengan memiliki banyak situs cenderung gegabah dalam pengelolaan. Semakin banyak situs web yang dimiliki, semakin rendah kemampuan mengelolanya.

Padahal sudah menjadi rahasia umum, situs web yang mati, tidak pernah diperbarui, yang tidak berkembang sesuai kebutuhan user-nya justru tidak memberi manfaat kepada pemiliknya. Tidak heran jika perusahaan yang memiliki banyak web akhirnya mengeluhkan betapa repotnya mereka memiliki banyak situs dan betapa tidak efektifnya situs-situs mereka. Memiliki banyak situs akhirnya ibarat menembak lalat dengan M-16 yang memiliki banyak peluru namun tembakannya banyak yang nyasar.

Maka, meski memilik banyak situs bisa saja merupakan strategi yang bagus, perusahaan juga harus mempersiapkan diri lebih matang agar situsnya terkelola semua dengan baik. Jika tidak, sebaiknya fokus ke satu situs saja.

Sumber: virtual.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: