Pesan Ilmu dalam Rumah Tangga


Surat An Nuur ayat 32 :dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antarakamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karniaNya. Dan Alloh Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Surat Al Ahzab ayat 33 : “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah terdahulu”

Kiranya, cukuplah peringatan dari Alloh ini sebagai peneguh hati kita semua, bagi muslimah untuk tidak melalaikan tugas membesarkan dan mendidik buah hati.K alaupun sudah sekian tahun menikah, belum dikaruniai keturunan, tetaplah lebih baik bagi seorang muslimah untuk menetap dalam rumah suaminya. Dan bagi kaum pria untuk memberi peringatan bagi wanita/istrinya yang mungkin khilaf, melupakan ayat-ayat tersebut di atas.

Sebaliknya, seorang suami hendaknya menjadikan istrinya sebagai “muslimah yang pandai”. Banyak suami yang tidak mengijinkan istrinya keluar rumah untuk kebaikannya, tetapi sang suami melupakan bahwa istrinya sangat haus ilmu. Jadi,janganlah lupa wahai para suami, untuk membekali istrimu yang sholihah dengan ilmu, terutama saat setiap hari Engkau hendak beranjak pergi meninggalkannya mencari nafkah.

Istri yang sholihah, tidak suka hanya diam berpangku tangan. Setelah semua urusan rumah tangga diselesaikan, rumah sudah rapi, wangi, beres, masakan sudah siap tersaji… tinggal menunggu sang suami tercinta pulang kerumah… apalagi yang bisa kami para istri lakukan, kalau bukan mencari ilmu agama. Jadi, tinggalkanlah istri-istrimu dengan ilmu.

Tinggalkan ia dengan bacaan yang bermanfaat. Jika masalah uang menjadi kendala engkau membeli buku,maka dari tabungan pertamamu, belilah sebuah buku yang sarat ilmu agamanya. Jadikan buku itu sebagai pelita hari-hari istrimu. Maka, bersyukurlah jika suatuhari nanti, engkau dapati istrimu menjadi lebih pandai mengenal agamanya. Menjadi lebih dalam pengamalan ilmu agamanya.

Bukan hanya istri yang perlu membuat Jadwal Tugas di Rumah, hari ini beres-beres apa, besok merapikan apa, dsb. Tetapi juga hendaknya para suami mebuat Jadwal Pelajaran apa yang hendak di’titip’kan pada istrinya hari ini, seok, lusa, dan seterusnya. Untuk kemudian dibahas bersama. Karena, bukan tidak mungkin sang suami telah lelah sepulangnya dari kerja, sehingga waktunya untuk mempelajariilmu agama menjadi berkurang; disinilah tugas istri kemudian menceritakan kepada suami, ilmu apa yang telah ia baca/ia serap pada hari-hari yang telah dilaluinya.

Sumber: Buku Tafsir An-NuurSyaikh Abu Bakar Al Jazairi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: