Mengukur Kemampuan Untuk Mengambil KPR


kprKata siapa usia dua puluhan masih terlalu muda untuk memiliki properti/rumah sendiri? Apalagi kalau kamu sudah mempunyai rencana untuk berkeluarga. Tapi, dengan gaji cenderung sangat susah naik atau kerjaan freelance yang kadang kebanjiran kadang kering, mampu ga yah menyicil sebuah rumah di tengah kota?

Pihak bank memang mempunyai beberapa persyaratan tersendiri yang harus dipenuhi oleh kamu. Tapi ada baiknya mempersiapkan diri lebih matang daripada ditengah jalan terbelit oleh cicilan rumah.

  1. Mantapkan motivasi
    Untuk mendapatkan rumah/apartemen idaman, kamu harus menentukan secara spesifik seperti target waktu, persentase penyisihan pendapatan dan harga rumah/apartemen. Kok ribet? Yah, maklum saja diumur dua-puluhan ini memang sedang hangat-hangatnya malas menabung, rajin belanja. Dengan adanya batas-batas diatas, kamu akan semakin terbantu untuk tidak tergoda menggerogoti tabungan karena merasa senang waktunya akan tiba untuk memiliki rumah sendiri. Tapi ingatlah untuk tetap bersikap realistis, hanya yang tahu kemampuan sendiri. Jangan sampai niat untuk investasi ini justru membuat kamu sakit-sakitan karena terlalu hemat sampai-sampai mengurangi porsi makan.
  2. Lunasi semua hutang
    Sebelum kamu mengajukan kredit, terlebih dahulu lunasi semua hutang terutama kartu kredit. Sekilas memang terlihat tidak terlalu mememberatkan karena toh kita bisa membayarnya dengan nilai minimum. Tapi jangan menganggap remeh hal ini karena bunga yang dikenakan biasanya cukup tinggi (rata-rata sekitar 3-3,5% per bulannya).
  3. Kontrol Tabungan
    Bank atau pengembang biasanya akan meminta slip gaji atau rekening koran untuk proses verifikasi lolos tidaknya permintaan kredit. Jadi jika kamu adalah pekerja wiraswasta, lebih baik setorkan secara rutin semua pendapatan kamu ke bank sehingga catatan keuangan kamu pun dapat terlihat dengan jelas. Yang terbaik adalah jika kamu sudah mempunyai bentuk investasi seperti deposito, mengontrakkan rumah yang bunga atau hasilnya dapat kamu gunakan untuk membayar cicilan. Sehingga kebutuhan sehari-hari pun tidak akan terusik. Berapapun gaji yang kamu dapat saat ini, kalau kamu tidak mempunyai niat untuk menabung maka ucapkan selamat tinggal untuk mempunyai investasi apapun. Justu biasanya makin tinggi promosi jabatan yang  diperoleh, makin banyak uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersier (baca:gengsi). Jadi, gaji selangit bukan menjadi patokan seseorang menjadi kaya. Kebiasaan menabung sejak dinilah yang bisa menyelamatkan masa depan.
  4. Jangan mengambil cicilan lain
    Untuk semua total cicilan yang ingin kamu ambil, lebih baik tidak lebih dari 1/3 dari pendapatan. Jika total hutang kamu lebih dari itu, lebih baik urungkan dahulu niat itu. Sementara itu kamu bisa meningkatkan dahulu angka di tabungan atau mencari sumber pendapatan lainnya.

Alhamdulillah saya dan keluarga sudah menempati rumah baru karena ini semua karena pertolongan Allah..

Jadi, sudah siapkah kamu? Ada pendapat lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: