Anggaran TI Hijau yang Tengah Naik Daun


green_IT Perusahaan-perusahaan di asia Pasifik mulai memberikan perhatian dan dana lebih pada inisiatif TI hijau, hal ini diungkap dari survey yang dilakukan oleh perusahaan keamanan Symantec.

Divisi TI Hijau perusahaan tersebut, berdasarkan rilis yang dilakukan Rabu lalu, mengungkapkan bahwa 79 persen dari perusahaan yang disurvey melihat peningkatan pada anggaran TI mereka dalam 12 bulan ke depan. Banyak perusahaan menyebutkan bahwa mereka berkeinginan untuk mengalokasikan 20% atau lebih pada produk-produk yang lebih hemat energi.

Menjadi hijau saat ini merupakan tujuan utama dari pusat data dengan 97% perusahaan dalam regional mendiskusikan strategi TI Hijau. Setengah dari perusahaan-perusahaan ini, telah mengimplementasikan inisiatif baru tentang TI Hijau.

Penggantian peralatan lama dengan peralatan yang lebih hemat energi selama daur pembaruan peralatan, merupakan salah satu langkah hijau yang dilakukan oleh 96% responden. Pengukuran yang sama terhadap mereka juga mengungkapkan bahwa mereka juga mengawasi konsumsi listrik untuk perangkat fisik storage.

Virtualisasi server dan konsolidasi merupakan inisiatif lain dalam TI Hijau berturut-turut dipertimbangkan oleh 94% dan 93% responden.

Software-as-a-service (SaaS) dilirik sebagai indikator lain dari TI Hijau oleh 60% polling perusahaan itu. TI Hijau saat ini menjadi penting dan tidak lagi menjadi angan-angan perusahaan, jelas Alvin Ow, senior director, technical systems engineering, Asia Pacifik dan Jepang, Symantec.

Kunci pendorong bagi perusahaan-perusahaan untuk menjadi hijau adalah reputasi, penghematan anggaran, dan konsumsi energi, ujar Ow saat berbicara di media briefing.

Sekitar 82% responden mengatakan bahwa tujuan hijau mereka dilakukan karena kebutuhan pengurangan energi dan pengeluaran untuk pendinginan. Sementara 79% dari mereka mengatakan bahwa mereka ingin mengurangi emisi karbon.

Survey ini menemukan bahwa departemen TI merupakan pusat dari usaha perusahaan menjadi hijau. Delapanpuluhsembilan persen mengatakan bahwa Ti memainkan peran hijau yang signifikan. Juga terungkap bahwa 85% dari departeman TI bertanggung jawab atau bertugas silang untuk kelistrikan.

Sebesar 85% dari perusahaan yang ikut serta dalam polling, mengaku memiliki advokasi hijau, yang terbanyak oleh mereka yang memiliki fokus TI.

Peraturan pemerintah dipandang sangat penting pendorong eksternal oleh 88% responden regional. Usaha kecil menengah (UKM) dengan anggaran terbatas mungkin akan lebih terdorong untuk menjadi hijau jika ada subsidi pemerintah dan dana bantuan, jelas Ow.

Dengan total 356 perusahaan regional di Asia Pasifik, termasuk Jepang, yang berpartisipasi pada survey global yang dilakukan oleh Applied Research antara Februari dan Maret tahun ini.

Sumber http://www.sda-indo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: