Ancaman Kehilangan Pekerjaan


Beberapa waktu yang lalu, presiden SBY menjelaskan bahwa krisis global tahun lalu telah menyebabkan sekitar 250,000 orang Indonesia kehilangan pekerjaan. Dan kita semua tahu bahwa krisis ini belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Bahkan, dalam World Economic Forum pekan silam yang dihadiri oleh para pemimpin ekonomi dan politik dunia terkuak adanya kemungkinan bahwa sekitar 50 juta orang terancam kehilangan pekerjaan ditahun 2009 ini. Lantas, bagaimanakah potret dunia kerja kita dimasa mendatang? Apakah kita akan turut menjadi korban. Atau, bisakah kita melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri?

Anda yang penggemar Robbin Williams, mungkin masih ingat salah satu
film yang dibintanginya. Film itu berjudul RV. Berkisah tentang seorang karyawan yang bekerja disebuah perusahaan yang tengah menghadapi situasi sulit, sehingga karirnya berada diujung tanduk.
Satu-satunya cara bagi perusahaan itu untuk tetap kompetitif adalah
dengan mengajak sebuah perusahaan lain untuk bekerjasama. Masalahnya,
meyakinkan mereka bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu dia harus
membantu boss besar membujuk perusahaan pesaingnya itu agar mau
menerima tawaran kerjasama. Kisah ini menjadi menarik karena ancaman
kehilangan pekerjaan telah menjadikannya bersedia mengerahkan semua
kemampuan dan daya hidup yang dimilikinya. Bahkan, sekalipun dia harus menaiki bukit dan menuruni jurang terjal dengan mengendarai sepedanya.

Dalam kehidupan nyata pun, kita seringkali tidak tergerak untuk mengerahkan segenap kemampuan dikala segala sesuatunya berjalan
lancar. Dalam keadaan serba enak, kita kadang terjebak untuk bersikap
malas. Sehingga bekerja sesuai standard saja sudah bagus. Malah kita
sering berleha-leha. Menghabiskan waktu istirahat makan siang lebih
lama dari yang seharusnya. Bahkan melalaikan tugas-tugas yang semestinya diselesaikan. Namun, sekarang kondisi ekonomi dunia tidak sedang seindah itu. Kasus Lehman Brothers yang merupakan kebangkurtan terbesar dalam sejarah ekonomi AS seolah hendak menegaskan betapa beratnya situasi ekonomi global kini. Seakan menjadi alarm yang membangunkan kita dari tidur pulas selama ini.

Bagaimanapun juga, kita mempunyai pilihan untuk; berjalan seperti biasanya dan pasrah saja atas apa yang mungkin terjadi, atau semakin
meningkatkan kontribusi kita kepada perusahaan. Tetapi, pilihan pertama tentu bukanlah pilihan terbaik. Sebab, dengan berkontribusi seperti biasa; jelas kita tidak akan bisa menolong perusahaan keluar dari tantangan yang sedang dihadapi. Jadi, pilihan terbaik kita saat ini adalah yang kedua. Sehingga kita berkesempatan untuk membantu perusahaan untuk tetap berdiri tegar dalam krisis ini. Seperti yang dilakukan Robbin Williams. Dia memilih untuk ikut berjuang dengan segala kemampuannya menolong perusahaan.

Namun, apakah ada jaminan kita akan tetap mendapatkan pekerjaan itu
seandainya sudah melakukan semua hal terbaik yang kita miliki? Sebuah
pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Konon, para pekerja Lehman
Brothers pun merasa semuanya baik-baik saja hingga tiba-tiba syaraf
kesadaran mereka terbuka lebar pada tanggal 15 September itu.
Bahkan, perusahaan besar berumur 158 tahun pun bisa mengalaminya.
Akan tetapi, semua itu tidak berarti kita boleh menyerah. Apalagi,
kita masih berada didalam panggung bisnis ini. Sehingga adalah
kewajiban kita untuk berjuang bagi perusahaan. Selalu ada harapan
yang masih terbentang dimasa depan.

Lagipula, ketika semua potensi diri kita sudah didayagunakan, siapa
sesungguhnya yang paling diuntungkan? Diri kita sendiri. Sebab, pada
akhirnya kita benar-benar bisa sampai kepada puncak prestasi.
Bukankah itu bisa menjadi bekal berharga bagi kita untuk menghadapi
masa depan? Karena, ada banyak hal yang bisa kita lakukan seandainya
hal-hal yang tidak diharapkan terjadi juga. Sebagai individu, kita
pasti bisa bertahan.

Bahkan, sekalipun pada akhirnya kita terkena PHK juga, kita bukanlah
pribadi yang dapat dengan mudah dibuat kalah. Kita akan terus bertahan. Dengan segala kemampuan. Yang pernah kita tunjukkan. Dengan segenap pengalaman. Yang telah kita kontribusikan. Lagipula, tidak ada satupun cobaan yang Tuhan berikan. Kecuali dengan kepastian bahwa kita diberinya kekuatan untuk menghadapainya. Pertanyaannya adalah;
bersediakah kita untuk mengerahkan segala potensi diri yang telah 
Allah berikan?

Seperti Robbin Williams dalam film itu. Meskipun pada akhirnya dia
disia-siakan oleh perusahaan yang telah diperjuangkannya. Namun,
dengan segenap kualitas diri yang dimilikinya; akhirnya dia
mendapatkan tempat diperusahaan yang menjadi pesaingnya. Sungguh,
sebuah hadiah yang indah. Bagi mereka yang dengan senang hati
bersedia memberikan hal terbaik dalam dirinya. Untuk berkontribusi
bagi perusahaan tempat kerjanya. Bisakah kita menirunya?

Atau rekan-rekan punya pendapat mengenai dampak krisis global?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: